Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!
Ayumi Hamasaki

 

Ayumi Hamasaki ( Hamasaki Ayumi ) atau dikenal sebagai "ayu" oleh fansnya adalah seorang penyanyi wanita paling terkenal di Jepang . Ayu dijuluki sebagai "ratu pop Jepang" karena kesuksesannya.

Sejak debutnya di tahun 1998 dengan single pertamanya " poker face ", sampai saat ini ia telah menjual lebih dari 50 juta kopi album dan single hanya di Jepang saja, belum terhitung di banyak negara lainnya. Ia telah merilis 8 album studio, 40 single, satu mini album, 4 album kompilasi dalam naungan perusahaan rekaman Avex Trax yang telah menghasilkan banyak hits serta menduduki puncak - puncak tangga lagu di Jepang. Ia adalah artis solo dan artis wanita tersukses sekaligus artis kedua tersukses dalam sejarah industri musik Jepang sampai saat ini. Dengan single ke-40nya, " Blue Bird ", ia telah memecahkan rekor melampaui angka penjualan single yang mencapai 20 juta kopi.

Dengan perilisan singlenya yang ke 39, " Startin' / Born To Be... " di tahun 2006, Ayumi telah menjadi artis wanita pertama yang mempunyai 27 single yang duduk di nomor 1 tangga lagu Jepang yang terkenal Oricon .

Ayumi juga telah mendapat penghargaan Grand Prix Japan Record Taishou , semacam Grammmy Award Jepang 3 kali berturut-turut. Tapi pada tahun 2004 ia menolak penghargaan untuk singlenya " Inspire ", dikarenakan adanya konflik dalam Avex antara Max Matsuura dengan Tatsumi Yoda . Setelah itu ayu juga kerap kali menolak penghargaan yang ditujukan untuk dirinya dikarenakan ayu ingin memberikan kesempatan bagi penyanyi-penyanyi muda lainnya.

Tahun 2007 ayu mengeluarkan album kompilasi A BEST 2 dalam 2 versi yaitu BLACK dan WHITE. penjualan kedua album di minggu pertama menembus angka 945.000 kopi. dan dengan keluarnya album A BEST 2 ini, ayumi menjadi artis kedua yang memecahkan rekor penjualan 2 album yang dikeluarkan bersama dan menduduki urutan 1 & 2 setelah 37 tahun tidak ada yang mampu membuat rekor tersebut.

Awal Kehidupan

Dalam kehidupannya sebagai artis yang serba mentereng saat ini, ternyata dahulu Ayumi memiliki kehidupan yang serba sulit. Walau sejak kecil ia hidup dengan Ibunya, tapi sebenarnya ia lebih banyak dekat dan diasuh oleh neneknya. Ayah Ayumi pergi meninggalkan ia keluarganya sejak Ayumi berusia 5 tahun, dan Ayumi tidak pernah bertemu dengannya sampai kini. Lagu " Teddy Bear " (dari album Duty [ [1] ]) disebut-sebut sebagai ungkapan Ayumi tentang ayahnya. Ayumi hidup dalam keluarga yang bebas karena pada saat itu ia diharapkan untuk mengerjakan apa yang ia senangi tanpa ada campur tangan sang ibu, sejak ibunya selalu bekerja untuk menyokong hidup keluarga.

Di masa remajanya Ayumi memulai karir sebagai model untuk sebuah bank lokal. Pada masa SMP ia dianggap gurunya sebagai anak yang bandel karena ia mewarnai rambutnya dan memakai rok pendek yang dianggap tak layak saat itu. Ia sangat tidak menikmati masa-masa di sekolahnya dan ia tidak banyak bergaul dengan guru dan teman-temannya. Pada masa sekolah ternyata Ayumi sangat menyukai pelajaran kimia, tapi kemudian ia mulai malas melakukannya karena ia menganggap sepertinya itu percuma saja karena tidak bisa menyejahterakan hidupnya.

Setelah lulus SMP, ia punya keinginan pergi ke Tokyo sendirian untuk mencari kerja sebagai model. Tapi ia juga berkeinginan untuk masuk SMA di sana . Ia mengikuti ujian masuk ke Horikishi Gakuen (sekolah seni dan entertainer) dengan teman - temannya, tak disangka hanya dirinya yang tidak lulus.

Hidup di Tokyo

Ketika mencoba untuk mengikuti ujian sekali lagi, Ayumi dikeluarkan dari pekerjaannya di SOS (agen yang mencari model anak muda), bos SOS merasa Ayumi kurang cocok sebagai model karena posturnya yang terlalu pendek untuk seorang model. Ia dan dipindahkan ke Sun Music karena ia dirasa lebih baik untuk bekerja sebagai artis televisi.

Ayumi memakai nama samaran Kurumi Hamazaki ketika ia berakting di drama murahan seperti Miseinen dan b-movies seperti Sumomo mo momo ; yang tidak sukses sama sekali.

Ayumi mengingat waktu kerjanya di Tokyo pertama kali sebagai waktu yang tidak menyenangkan. Sejujurnya ia tidak ingin kehilangan pekerjaannya karena ia tinggal di kos milik agensi dan ia sangat membutuhkan pekerjaan itu untuk tetap bertahan hidup. Ia ingat pada perasaan yang tidak nyaman ketika berakting dalam drama bersama orang yang pernah ia lihat di tv ketika ia berada di Fukuoka . Ayumi tidak mengerti mengapa banyak wanita dalam bisnis hiburan itu seringkali merendahkan dirinya karena mereka bergaya di depan kamera lebih santai dan tampil percaya diri dibanding dirinya. Inilah yang menyebabkan Ayumi lebih memiliki banyak teman laki-laki dibanding teman wanita.

Untuk melepaskan stres dan ketidaknyamanannya, Ayumi menghabiskan banyak waktunya berjalan-jalan, belanja dan menari di klub tari di Shibuya dengan teman-temannya.

Akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya setelah mengetahui ada sesuatu yang tidak beres di agennya, yaitu banyak foto yang diambil ketika proses pengambilan tidak dipakai dan ketika bekerja dalam produksi televisi, tidak semua proses syuting dibuat sempurna.

Ayumi memutuskan keluar dari SMA ketika berusia 15 tahun, yang ia ingat ia hanya mengirimkan pesan dari mesin fax " aku berhenti". Alasannya ia merasa muak melihat guru dan teman-temannya yang merasa risih karena Ayumi yang berpenampilan lain daripada yang lain.

Selama Ayumi keluar dari sekolah dan agensinya dan kontraknya sedikit lagi habis, ibunya datang ke Tokyo untuk mencari pekerjaan baru. Mereka berdua tinggal di apartemen yang disewa ibunya. Dalam waktu - waktu yang tenang ini, ia menghabiskan waktunya bersama teman-teman di tempat hiburan yang gemerlap di Tokyo .