Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!

Memecahkan Rekor Dunia Berkuda

 

Memecahkan Rekor Dunia Berkuda

By : Michelle Natalie Lukito 9B / 15

Pada saat lomba, wartawan dari Koran Pikiran Rakyat, Galamedia, dan Kompas mewawancarai saya. Saya tidak menyangka bisa memecahkan rekor. Saya sangat senang saat itu karena berhasil memecahkan rekor berkuda untuk tingkat dunia. Sungguh sulit untuk mempercayai hal tersebut karena lomba ini merupakan lomba tingkat internasional, yang bergengsi.

Saat ini saya berumur 15 tahun, dan ada di kelas 9B. Saya sudah mulai menekuni berkuda ketika saya ada di kelas 2 SD. Saat itu saya baru pertama kali di ajarkan cara naik kuda, kebetulan, ayah saya mempunyai lapangan kuda yang cukup besar di Cijanggel, jadi saya beserta saudara-saudara saya dilatih untuk bisa menunggangi kuda, tapi di antara kami berempat, hanya saya dan kakak saya Jeanne yang menekuni lomba berkuda ini, malah kakak saya saat ini sedang ada di Belanda untuk belajar berkuda..

Lomba ini dinamai FEI, yaitu kejuaraan berkuda tingkat internasional yang dibagi menjadi 4 kelas yaitu kelas children, novice, advanced, dan juga Prix St. Georges. Saya mengikuti lomba tingkat children, dan berhasil keluar sebagi pemenang juara 1. Juri lomba ini berasal dari Jerman dan Belgia. Kedua juri ini sudah berkeliling dunia untuk mencari juara-juara dari tiap negara. Dalam lomba ini, saya berhasil untuk mengungguli Valerie Scholz dari Thailand dan Yoel Momongan dari Indonesia . Sebenarnya, saat ini saya hanya bertanding dengan tingkat ASEAN, tapi itu sudah merupakan kebanggaan bagi saya yang sebentar lagi saya akan bertanding ke tingkat dunia. Penilaian lomba ini berdasarkan dari poin-poin yang dikumpulkan, dan saya memecahkan rekor dunia dengan poin 72% saya mengalahkan rekor sebelumnya yaitu 70%.

Selama ini, saya sudah menang berkali-kali semenjak saya belajar berkuda. Juara 1 hampir selalu saya dapat ketika saya berlomba, dan saya sangat bangga akan hal tersebut.

Saya menunggangi Bima, kuda ini bisa bekerja sama dengan saya, sehingga kami bisa menang. Saat ini, kakak saya sedang berlatih untuk maju ke ASIAN GAMES..

Tentu saya bangga dengan hal tersebut, dan saya berniat untuk menyusul kakak saya ketingkat yang lebih tinggi. Itulah pengalaman saya dalam lomba berkuda, ini merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi saya.